Moses Bridge, secara resmi dikenal sebagai “The Moses Bridge,” adalah jembatan pejalan kaki yang unik dan sangat kreatif, terletak di Fort de Roovere di Halsteren, Belanda. Dinamakan sesuai dengan cerita Alkitab tentang Musa yang membelah Laut Merah, jembatan ini dibangun sebagai bagian dari renovasi benteng, yang merupakan bagian dari barisan pertahanan bersejarah yang dikenal sebagai “West Brabant Water Line.”
Jembatan ini dirancang oleh RO&AD Architects dan dibuka pada tahun 2010. Jembatan ini memenangkan Penghargaan Build of the Year 2011 oleh asosiasi arsitektur Belanda BNA.
Jembatan ini terbuat dari kayu Accoya, sejenis kayu modifikasi yang lebih tahan terhadap pembusukan dan kelembaban dibandingkan kayu yang tidak diolah. Jembatan ini juga didesain memiliki sistem self-draining, sehingga air hujan tidak menggenang di permukaan.
Lokasi dan Sejarah
- Lokasi: Terletak di Fort de Roovere, Halsteren, Belanda.
- Sejarah: Dibangun sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat pertahanan benteng yang sudah ada sejak abad ke-17. Fort de Roovere adalah bagian dari barisan pertahanan yang lebih besar yang dikenal sebagai West Brabant Water Line.
Desain dan Konstruksi
- Konsep Desain: Moses Bridge dirancang oleh RO&AD Architecten. Jembatan ini dibuat untuk mengintegrasikan secara harmonis dengan lansekap sekitarnya tanpa mengganggu pandangan historis benteng.
- Material: Dibangun menggunakan kayu Accoya, kayu yang diolah khusus untuk memiliki durabilitas tinggi dan tahan terhadap pembusukan akibat kelembapan.
- Struktur: Alih-alih menyeberangi parit benteng, jembatan ini sebenarnya terendam, memungkinkan pengunjung berjalan melalui air tanpa basah. Desain ini menciptakan ilusi seolah-olah pengunjung berjalan melalui air, mirip dengan kisah Musa membelah laut.
Keunikan
- Integrasi dengan Alam: Jembatan ini dirancang untuk menyatu dengan lingkungan alaminya, menjadikannya hampir tidak terlihat dari kejauhan.
- Perspektif Unik: Memberikan pengunjung pengalaman unik untuk melihat benteng dari perspektif yang berbeda, seolah-olah berada di bawah permukaan air.
Tujuan dan Fungsi
- Akses ke Benteng: Moses Bridge menyediakan akses yang dramatis dan kreatif ke Fort de Roovere, memungkinkan pengunjung untuk merasakan bagian dari sejarah benteng tersebut.
- Pelestarian Sejarah: Desain jembatan mempertimbangkan kebutuhan untuk melestarikan pandangan historis dan integritas benteng.
Fakta Menarik:
- Dibangun dengan anggaran yang relatif rendah (€250.000) namun menjadi daya tarik wisata yang besar.
- Menggunakan material kayu yang ramah lingkungan.
- Jembatan perlu diisi udara saat musim dingin agar tidak rusak akibat pembekuan.
- Panjang jembatan 51 meter dan lebar 3 meter.
- Jembatan ini menghubungkan dua area taman di Benteng de Roovere.
- Jembatan ini menjadi simbol modernitas dan kreativitas arsitektur Belanda.
- Jembatan ini sering menjadi objek fotografi dan videografi.
Jembatan Moses Bridge adalah contoh luar biasa dari perpaduan antara estetika dan fungsionalitas. Jembatan ini menjadi simbol modernitas dan kreativitas arsitektur Belanda, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Artha Djaya – Distributor Besi dan Baja Surabaya
Artha djaya – Kami merupakan supplier besar produk besi baja di Jawa Timur, namun saat ini kami juga melayani pembelian eceran. Karena itu kami pastikan harga kami lebih murah, bahkan jika ditambah dengan ongkos kirim ke lokasi Anda pun total harga kami akan lebih murah.
Melayani pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk seluruh Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua.Kami menyediakan semua jenis produk besi baja, baik produk merek lokal maupun import dengan berbagai jenis ukuran.
menyediakan semua jenis produk besi, meliputi berbagai besi beton, pipa besi, plat baja, aneka kawat besi, atap baja, dan lain-lain. Kami menyediakan produk lokal maupun produk import. dengan standart tertinggi dan ukuran yang presisi.
Hubungi segara admin kami mengenai pertanyaan produk dan harga promo yang berlaku pada saat ini .