RYUGYONG HOTEL: PIRAMIDA TERBENGKALAI DI PYONGYANG

Ryugyong Hotel, yang menjulang dengan siluet piramida ikoniknya di Pyongyang, Korea Utara, adalah salah satu gedung paling misterius dan terkenal di dunia. Dimulai pembangunannya pada tahun 1987 dengan ambisi besar untuk menjadi hotel tertinggi di dunia, Ryugyong Hotel kini menjadi simbol dari proyek yang belum selesai dan janji yang belum terpenuhi. Dengan sejarah yang penuh teka-teki, penundaan konstruksi yang ekstrem, dan reputasinya sebagai “Hotel Kiamat,” gedung ini tetap menjadi subjek spekulasi dan fascinasi, mendominasi cakrawala Pyongyang sebagai pengingat akan ambisi masa lalu dan kenyataan saat ini.

Ryugyong Hotel adalah gedung pencakar langit berbentuk piramida setinggi 330 meter dengan 105 lantai. Struktur ini awalnya dirancang sebagai hotel bintang lima yang dapat menampung ribuan tamu dan menjadi landmark modern Pyongyang. Namun proyek ini terkenal karena mengalami penundaan konstruksi selama lebih dari dua dekade.

BACA JUGA: WILSHIRE GRAND CENTER – SIMBOL KEMEGAHAN VERTIKAL LOS ANGELES

Spesifikasi Teknis:

  • Tinggi: 330 meter
  • Jumlah lantai: 105 lantai
  • Fungsi direncanakan: Hotel, restoran berputar, pusat perbelanjaan
  • Luas bangunan: Sekitar 360.000 m²
  • Arsitek: Baik nama arsitek maupun firma desain tidak banyak dipublikasikan secara resmi
  • Kontraktor awal: Baik Sonamu Company (Korea Utara) dan kontraktor asing dari Uni Soviet
  • Kontraktor lanjutan: Orascom (Mesir), sejak 2008

Sejarah

Latar Belakang:

Pembangunan Ryugyong Hotel dimulai pada 1987, saat rezim Kim Il-sung ingin menciptakan bangunan pencakar langit yang dapat menyaingi pencapaian negara-negara Barat dan memperlihatkan kekuatan Korea Utara di mata dunia, khususnya dalam bidang pariwisata dan konstruksi.

Perjalanan Konstruksi:

  • 1987: Pembangunan dimulai dengan target penyelesaian 2 tahun.
  • 1992: Struktur utama selesai, namun proyek dihentikan karena krisis ekonomi setelah runtuhnya Uni Soviet.
  • 1992–2008: Gedung kosong tanpa jendela, dijuluki “The Phantom Hotel” atau “Hotel of Doom”.
  • 2008: Orascom (perusahaan Mesir) mulai melanjutkan konstruksi dengan pemasangan kaca dan perbaikan eksterior.
  • 2011: Eksterior selesai, namun interior belum difungsikan sepenuhnya.
  • 2018: Layar LED besar dipasang di puncak menara sebagai display media propaganda.
  • 2023: Gedung masih belum dibuka secara resmi untuk umum.

Lokasi

Ryugyong Hotel berlokasi di Pyongyang, Korea Utara. Gedung ini berdiri menonjol di Distrik Mangyongdae, terlihat dari hampir setiap sudut kota. Posisinya yang dominan di cakrawala menjadikan salah satu landmark yang paling mudah dikenali di ibukota Korea Utara.

Biaya Pembuatan

Estimasi biaya pembangunan Ryugyong Hotel sangat bervariasi dan tidak pernah dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah Korea Utara. Perkiraan awal pada tahun 1980-an menempatkan biaya sekitar $750 juta USD (sekitar $2 miliar USD dalam dolar tahun 2025). Angka ini merupakan persentase yang signifikan dari PDB Korea Utara pada waktu itu, yang menunjukkan skala ambisi proyek tersebut. Biaya tambahan untuk pekerjaan fasad yang dilakukan oleh Orascom Group diperkirakan mencapai ratusan juta dolar. Mengingat sebagian besar interior belum selesai, total investasi yang sebenarnya mungkin lebih tinggi lagi jika proyek ini benar-benar diselesaikan.

Fakta Menarik

  • “Hotel Kiamat”: Julukan ini diberikan oleh media internasional karena penampilannya yang menyeramkan selama puluhan tahun sebagai cangkang kosong dan kisah penundaan pembangunannya yang misterius.
  • Gedung Kosong Terbesar di Dunia: Ryugyong Hotel sering disebut sebagai gedung kosong terbesar di dunia, dengan luas lantai yang sangat besar namun sebagian besar tidak digunakan.
  • Terlihat dari Luar Angkasa (Teoritis): Karena ukurannya yang masif dan lokasinya yang menonjol, menara ini menjadi salah satu struktur yang paling mudah dikenali di Pyongyang.
  • Desain Piramida: Bentuk piramida yang unik dengan tiga sayapnya sangat berbeda dari desain pencakar langit konvensional.
  • Pencahayaan LED: Meskipun hotel tidak beroperasi, fasadnya kadang-kadang diterangi dengan pertunjukan cahaya LED yang spektakuler, menampilkan bendera Korea Utara atau pesan propaganda.
  • Tidak Muncul di Peta Resmi: Selama bertahun-tahun, Ryugyong Hotel sengaja dihilangkan dari beberapa peta resmi Korea Utara karena menjadi simbol kegagalan.
  • Konon Ada Masalah Struktural: Ada spekulasi yang belum terkonfirmasi bahwa masalah struktural, terutama di bagian puncak yang berputar, menjadi alasan utama penundaan pembangunan awal.

BACA JUGA: BERLINER FERNSEHTURM: SIMBOL ABADI DI CAKRAWALA BERLIN

Ryugyong Hotel adalah sebuah anomali arsitektur dan sebuah monumen bisu bagi ambisi yang tidak terpenuhi. Dari visi awalnya sebagai kebanggaan nasional hingga kenyataannya sebagai bangunan yang belum selesai selama beberapa dekade, Ryugyong Hotel adalah pengingat yang mencolok akan tantangan dan kerahasiaan di Korea Utara. Meskipun eksteriornya telah diperbaiki, masa depan operasionalnya tetap tidak pasti. Piramida misterius ini terus mendominasi cakrawala Pyongyang, memancarkan aura fascinasi dan teka-teki, menjadi salah satu gedung paling unik dan ikonik di dunia.

Artha Djaya – Pipa Besi Surabaya

Artha djaya – Kami merupakan supplier besar produk besi baja di Jawa Timur, namun saat ini kami juga melayani pembelian eceran. Karena itu kami pastikan harga kami lebih murah, bahkan jika ditambah dengan ongkos kirim ke lokasi Anda pun total harga kami akan lebih murah.

Melayani pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk seluruh Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua.Kami menyediakan semua jenis produk besi baja, baik produk merek lokal maupun import dengan berbagai jenis ukuran.

menyediakan semua jenis produk besi, meliputi berbagai besi beton, pipa besi, plat baja, aneka kawat besi, atap baja, dan lain-lain. Kami menyediakan produk lokal maupun produk import. dengan standart tertinggi dan ukuran yang presisi.

Hubungi segara admin kami mengenai pertanyaan produk dan harga promo yang berlaku pada saat ini